Tutorial
Fungsi EXCEL : IF
Tutorial
Fungsi EXCEL : IF
Tutorial Fungsi EXCEL :
IF

Versi Rilis : 2003

Kegunaan

Mengecek apakah sebuah kondisi terpenuhi atau tidak, lalu menampilkan hasil yang berbeda untuk masing-masing kemungkinan

Pola Rumus (Syntax)

= IF (
< uji_logika > ,
< nilai_jika_benar > ,
[ nilai_jika_salah ] )

Penjelasan Argumen:

< argumen > : wajib      |      [ argumen ] : opsional

< uji_logika >

Kondisi yang ingin dicek, yang hasilnya harus BENAR (TRUE) atau SALAH (FALSE). Biasanya berupa perbandingan menggunakan operator seperti =, >, <, >=, <=, atau <> (tidak sama dengan).

Contoh: A1>=70, B2="Jakarta", C3<>0

< nilai_jika_benar >

Hasil yang akan ditampilkan jika < uji logika > bernilai BENAR (TRUE). Bisa berupa angka, teks (ditulis di dalam tanda kutip), referensi sel, atau rumus lain.

[ nilai_jika_salah ]

Hasil yang akan ditampilkan jika < uji logika > bernilai SALAH (FALSE). Bisa berupa angka, teks (ditulis di dalam tanda kutip), referensi sel, atau rumus lain.

Jika argumen ini tidak diisi dan kondisinya SALAH, maka Excel akan menampilkan FALSE.

Contoh:

Cara Penulisan Rumus Hasil Cara Membaca Rumus
=IF( A1>=70, "Lulus", "Tidak Lulus" ) Lulus Jika nilai di Sel A1 lebih besar atau sama dengan 70, tampilkan teks "Lulus". Jika tidak, tampilkan teks "Tidak Lulus". Misalnya nilai di Sel A1 = 85, maka hasilnya "Lulus".
=IF( B2>1000000, B2*10%, 0 ) 200000 Jika nilai belanja di Sel B2 lebih dari 1.000.000, hitung diskon 10% dari nilai B2. Jika tidak, diskonnya 0. Misalnya nilai di Sel B2 = 2.000.000, maka hasilnya 2.000.000 x 10% = 200.000.
=IF( C2="", "Belum Diisi", "Sudah Diisi" ) Belum Diisi Jika Sel C2 kosong (ditulis dengan dua tanda kutip tanpa isi ""), tampilkan teks "Belum Diisi". Jika Sel C2 ada isinya, tampilkan teks "Sudah Diisi".

Pintasan (Shortcut Key)

Tidak Tersedia.

Catatan

1) Jika argumen [ nilai jika salah ] tidak diisi dan hasil < uji logika > SALAH, Excel akan menampilkan FALSE. Misal =IF(A1>100, “Besar”) dengan nilai A1 = 50 akan menghasilkan FALSE.

2) Jika argumen hanya ditandai koma tapi dibiarkan kosong, Excel akan menampilkan angka 0. Misal =IF(A1>100, “Besar”, ) dengan nilai A1 = 50 akan menghasilkan 0, bukan FALSE.

3) Nilai berupa teks wajib ditulis di dalam tanda kutip dua, misalnya “Lulus”. Jika tidak diberi tanda kutip, Excel akan menganggapnya sebagai nama (named range) dan menghasilkan error #NAME?. Angka, referensi sel, dan rumus tidak perlu tanda kutip.

4) Perbandingan teks di dalam < uji logika > tidak membedakan huruf besar dan kecil. Misal =IF(A1=”jakarta”, “Ya”, “Tidak”) tetap menghasilkan “Ya” walaupun isi Sel A1 adalah “JAKARTA”.

5) Jika < uji logika > berupa angka saja, angka 0 dianggap SALAH (FALSE) dan angka selain 0 dianggap BENAR (TRUE). Sel kosong juga dianggap 0, sehingga hasilnya SALAH. Sedangkan jika berupa teks yang bukan TRUE/FALSE, hasilnya error #VALUE!.

6) Untuk mengecek lebih dari satu kondisi sekaligus, fungsi IF bisa digabung dengan fungsi AND (semua kondisi harus terpenuhi) atau OR (salah satu kondisi terpenuhi). Misal =IF(AND(A1>=70, B1>=70), “Lulus”, “Tidak Lulus”).

7) Fungsi IF bisa ditumpuk di dalam IF lain (nested IF) sampai maksimal 64 tingkat, misal =IF(A1>=85, “A”, IF(A1>=70, “B”, “C”)). Namun jika kondisinya sudah banyak, rumus jadi sulit dibaca, sehingga lebih disarankan memakai fungsi IFS (Excel 2019 / Microsoft 365 ke atas).

Kenalan Dengan Excel
Tonton Video Tutorial dan Download File Latihan Disini!

Latihan Interaktif

Yuk coba langsung dengan latihan online interaktif dibawah ini:

Memuat latihan...
0%
Maaf, latihan interaktif hanya dapat diakses melalui tampilan desktop!